Jangan Gunakan Kantong Plastik ‘Kresek’ dan Plastik PVC untuk Wadah Makanan Siap Santap

Himbauan BPOMMasyarakat diminta tidak menggunakan kantong plastik ‘kresek’ dan plastik PVC sebagai wadah makanan siap santap, terutama yang berminyak/berlemak atau mengandung alkohol, terlebih dalam keadaan panas. Hal itu disampaikan Kepala Badan POM RI dr. Husniah Rubiana Thamrin Akib, MS, Mkes, SpFK saat mengeluarkan public warning tentang kantong plastik ‘kresek’ & plastik PVC dikantor Badan POM, Jakarta, Selasa (14/7/2009). Baca lebih lanjut

Kedustaan Terhadap Foto Syaikh Muhammad Bin ‘Abdul Wahhab Rahimahullah

kedustaan-aswajaAllah Subhanahu wa ta’ala berfirman :
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu” (QS. Al-Hujurat: 6) Baca lebih lanjut

Sejarah Pengakuan Kemerdekaan RI

sejarah RIPengakuan atas Kemerdekaan RI tak lepas dari dukungan negara-negara Timur-Tengah, pemimpin negeri, ulama, pemimpin organisasi, bahkan masyarakat di sana.Buku “Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri” memaparkan demikian bersimpatinya tokoh-tokoh Timur-Tengah dalam menyokong kemerdekaan RI, baik secara moral, material, dan diplomasi meski negeri mereka sendiri berada dalam ancaman sekutu kala itu. Hingga kemudian berbuah pengakuan defacto kedaulatan RI yang pertama kali oleh Negara Mesir. Baca lebih lanjut

Fitnah Terorisme

Aksi terorisme kembali menjadi sorotan publik, terlebih setelah bom bunuh diri meledak di Masjid Mapolresta Cirebon. Bingkisan paket bom dan “cuci otak” ala NII pun turut memperkeruh suasana. Baca lebih lanjut

Bom Cirebon, pelaku kelompok Wahabi?

Aksi bom bunuh diri yang dilakukan M Syarif merupakan kebijakan agama dari kelompok Wahabi. Motifnya mencari uang.

DEMIKIAN diungkapkan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj menanggapi aksi bom bunuh diri yang terjadi di Cirebon beberapa waktu lalu. Baca lebih lanjut

Ahlus Sunnah Menetapkan Istiwa’ (Bersemayam)

Termasuk iman kepada Allah adalah iman kepada apa yang diturunkan Allah Azza wa Jalla dalam Al-Qur-an yang telah diriwayatkan secara mutawatir dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam serta yang telah disepakati oleh generasi pertama dari ummat ini (para Sahabat Radhiyallahu ‘anhum) bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala berada di atas semua langit,[1] bersemayam di atas ‘Arsy,[2] Mahatinggi di atas segala makhluk-Nya, Allah tetap bersama mereka dimana saja mereka berada, yaitu Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Baca lebih lanjut