ETOS KERJA SEORANG MUSLIM (Bag. 2)

Keberkahan Harta Ditangan Orang Shalih

Manfaat harta yang bersih dan halal di tangan orang salih sangat banyak, ibarat pohon kurma yang tidak menyisakan bagian sedikitpun melainkan seluruhnya bermanfaat untuk manusia sehingga tidak ada alasan bagi seorang muslim yang ingin meraih hidup bahagia di dunia dan akherat untuk bermalas-malas dan berpangku tangan sebab Islam sangat membenci kebiasaan meminta-minta dan hidup menjadi beban orang lain.

Dengan hidup berkecukupan menuntut ilmu menjadi mudah, beribadah menjadi lancar, bersosialisasi menjadi gampang, bergaul semakin indah, berdakwah semakin sukses, berumah tangga semakin stabil dan beramal shalih semakin tangguh. Oleh karena itu, harta di tangan seorang mukmin tidak akan berubah menjadi sarana perusak kehidupan dan tatanan sosial serta penghancur kebahagian keluarga dan pilar-pilar rumah tangga, sebaliknya harta ditangan seorang muslim bisa berfungsi sebagai sarana penyeimbang dalam beribadah, dan perekat hubungan dengan makhluk.

Rasululloh Shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda:

Nikmat harta yang baik adalah yang dimiliki laki-laki yang salih.[1]

Bahkan harta tersebut akan menjadi sebuah energi yang memancarkan masa depan cerah, dan sebuah kekuatan yang mengandung berbagai macam keutamaan dan kemuliaan dunia dan akherat, serta penggerak roda dakwah dan jihad di jalan Alloh ‘azza wa jalla.

 

Alloh berfirman: Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Rabbnya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. 2:274)

Nabi juga memberi pujian kepada seorang muslim yang dermawan dan mem

Dengan harta yang halal dan bersih para generasi salaf berlomba dan berpacu untuk mengejar pahala dan meraih surga seperti yang terjadi pada kehidupan Umar yang bersaing secara sehat dalam berinfak di jalan Alloh dengan Abu Bakar.

Dari Umar bin Khaththab berkata: Pernah suatu hari Rasululloh Shallallohu ‘alaihi wasallammemerintahkan kepada kami agar bersedekah dan ketika itu saya sedang memiliki harta yang sangat banyak: maka saya berkata: Hari ini aku akan mampu mengungguli Abu Bakar lalu aku membawa separoh hartaku untuk disedekahkan. Maka Rasululloh bersabda: Apa yang kamu tinggalkan untuk keluargamu? Saya berkata: Aku tinggalkan untuk keluargaku semisalnya. Lalu Abu Bakar datang membawa semua kekayaannya maka beliau bersabda: Wahai Abu Bakar Apa yang kamu tinggalkan untuk keluargamu, ia menjawab: Saya tinggalkan untuk mereka, Alloh dan Rasul-Nya. Maka aku berkata: Saya tidak akan bisa mengunggulimu selamanya.[2]

Sumber : Buku “Mencari Kunci Rizki Yang Hilang”, buah karya Ust. Zaenal Abidin, Lc -hafidzahullohu ta’ala-.


[1] . H.R Ahmad dalam Musnadnya dengan sanad yang hasan, juz, 4 hadits no: 197 dan 202.

 

[2] . Riwayat Tirmidzi3675, hakim di mustarakah1/414 dia berkata shahih.

Sumber : http://www.zainalabidin.org/?p=110

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s