ETOS KERJA SEORANG MUSLIM (bag.1)

Pujian Buat Orang Yang Mencari Harta Halal

Alloh hanya menghalalkan usaha yang bersih dan mengharamkan usaha yang kotor kepada para hamba-Nya, seorang pengusaha Muslim tidak boleh terhempas ke dalam jurang kehancuran lantaran mengejar keuntungan semu yang memikat serta menggiurkan dengan menghalalkan segala cara dalam mengais rizki.

Harta yang bersih dan halal sangat berpengaruh positif pada gaya hidup dan prilaku manusia bahkan menentukan diterimanya ibadah dan terkabulnya doa sebagaimana sabda Rasululloh Shallallohu‘alai wasallam:

Wahai manusia sesungguhnya Alloh Maha Bersih tidah menerima kecuali yang bersih, dan sesungguhnya Alloh memerintahkan kepada orang-orang beriman seperti memerintahkan kepada para utusan-Nya maka Alloh ‘azza wa jalla berfirman: Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. 23:51)

Dan Alloh ‘azza wa jalla berfirman: Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Alloh, jika benar-benar hanya kepada Alloh kamu menyembah. (QS. 2:172)

Kemudian beliau menuturkan seseorang yang sedang bepergian sangat jauh, berpakaian compang camping, berambut kusut, mengangkat tangan ke atas langit tinggi-tinggi dan berdoa “Ya Rabbi, Ya Rabbi, sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan darah dagingnya tumbuh dari yang haram maka bagaimana terkabul doanya.[1]

Berpacu secara sehat dalam mengais rizki tidak tercela asal dengan cara yang benar dan usaha yang halal bahkan beribadah sambil berusahapun diperbolehkan sebagaimana firman Alloh‘azza wa jalla : Tidak ada dosa bagimu mencari karunia (rezki hasil perniagaan) dari Rabbmu. Maka apabila kamu telah bertolak dari ‘Arafat, berzikirlah kepada Alloh di Masy’aril haram. Dan berzikirlah (dengan menyebut)  Alloh sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang -orang yang sesat. (QS. 2:198).

 

Abu Umar Ibnu Abdul Bar berkata: Setiap harta yang tidak menopang ibadah kepada Alloh, dan dikonsumsi untuk kepentingan maksiat serta mendatangkan murka Alloh bahkan tidak dimanfaatkan untuk menunaikan hak Alloh dan kewajiban agama maka harta tersebut tercela. Adapun harta yang diperoleh lewat usaha yang benar sementara hak-hak harta ditunaikan secara sempurna, dibelanjakan di jalan kebaikan untuk meraih ridha Alloh, maka harta tersebut sangat terpuji. [2]

 

Alloh ‘azza wa jalla berfirman: Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi itu (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur. (QS. 7:10)

 

Ibnu Katsir berkata: Alloh mengingatkan kepada seluruh umat manusia akan karunia-Nya berupa kehidupan yang mapan di muka bumi yang dilengkapi dengan gunung-gunung yang terpancang kokoh, sungai-sungai yang mengalir indah, dan tanah yang siap didirikan tempat tinggal dan rumah hunian, serta Alloh menurunkan air hujan berasal dari awan. Dan Alloh juga memudahkan kepada mereka untuk mengais rizki dan membuka peluang maisyah dengan berbagai macam usaha, bisnis dan niaga namun sedikit sekali mereka yang mau bersyukur.[3]

 

Alloh ‘azza wa jalla berfirman: Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Alloh dan ingatlah Alloh banyak-banyak supaya kamu beruntung. (QS. 62:10).

 

Imam Al Qurthubi tentang makna firman Alloh ‘azza wa jalla : “maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Alloh” berkata: Apabila kalian telah menunaikan shalat jumat maka bertebaranlah kamu di muka bumi untuk berdagang, berusaha dan memenuhi  berbagai kebutuhan hidupmu.[4]

 

Nabi juga pernah mengatakan kepada Saad bin Abu Waqqas: Sesungguhnya bila kamu meninggalkan ahli warismu dalam keadaan berkecukupan lebih baik daripada kamu meninggalkan mereka dalam kekurangan menjadi beban orang lain. [5]

 

Dari Ayyub bahwa Abu Qilabah berkata: Dunia tidak akan merusakmu selagi kamu masih tetap bersyukur kepada Alloh. Maka Ayyub berkata bahwa Abu Qilabah berkata kepadaku: Wahai Ayyub, peliharalah urusan pasarmu dengan baik, karena hidup berkecukupan termasuk bagian dari sehat wal afiat. [6]

 

Yusuf bin Asbath berkata bahwa Sufyan ats-Tsauri berkata kepadaku: Aku meninggalkan harta kekayaan sepuluh ribu dirham yang nanti dihisab oleh Alloh, lebih aku cintai daripada aku hidup meminta-minta dan menjadi beban orang lain. [7]

Wahai saudaraku seiman, beberapa atsar dari para ulama mulia di atas, sengaja saya turunkan untuk menepis anggapan sebagian orang bodoh bahwa mencari nafkah dengan cara yang benar agar hidup mandiri dan tidak menjadi beban orang lain merupakan cinta dunia yang menodai sikap kezuhudan. Padahal tidaklah demikian bahkan Abu Darda’ berkata: Termasuk tanda kefahaman seseorang terhadap agamanya, adanya kemauan untuk mengurusi nafkah rumah tangganya. [8]

Sumber : Buku “Mencari Kunci Rizki Yang Hilang”, buah karya Ust. Zaenal Abidin, Lc -hafidzahullohu ta’ala-.

 


[1] (H.R Muslim dalam Kitab zakat, Tirmizdi, Darimi dan Ahmad dalam Musnadnya).

[2] . Jami’ Bayanul Ilmi wa Fadhlih, Ibnu Abdul Bar. Juz 2 hal, 26.

[3] . Tafsir Ibnu Katsir, Juz 3, Hal: 282/

[4] . Tafsir Al Qurthuby, Juz, 9 Hal: 71 dan lihat Tafsir Al Baghawi Juz, 8 Hal: 123.

[5]. H.R Bukhari (2742), Muslim (1628), Tirmidzi (2116), Nasai dan Ibnu Majah.

[6] . Diriwayatkan Abu Nuaim dalam Hilyah (2/286)  dan Abu Hamid Al Ghazali dalam Ihya’. (2/62)

[7] . Jami’ Bayanul Ilmi wa Fadhlih, Ibnu Abdul Bar. Juz 2 hal, 33.

[8] .  Diriwayatkan Ibnu Abu Dunya dalam Ishlahul Mal  Hal:223, Ibnu Abu Syaibah (34606) dan Al Baihaqi dalam As Syuab (2/365)

Sumber : http://www.zainalabidin.org/?p=107

One thought on “ETOS KERJA SEORANG MUSLIM (bag.1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s