Garam Kecil Bermanfaat

Selain memberi rasa asin dan bikin enak, garam juga punya fungsi vital buat menjaga kesehatan tubuh. Agar tubuh kita tetap fit, konsumsi garam selalu. Tapi jangan sembarangan, perlu tahu berapa kadar garam yang ideal untuk dikonsumsi.

Garam, Kenalan Dong….!

Sebenarnya garam itu apa sih? Garam meja atau garam dapur terbentuk dari natrium (Na) dan klorida (Cl). Namanya Natrium Klorida alias NaCl. Akan lebih sehat bila garam mengandung iodium atau yodium. Ia bisa mencegah penyakit gondok.

Ketika kita makan garam, 95% nya diserap tubuh. Sisanya, sebagian besar dibuang lewat ginjal, sedikit keluar bersama keringat. Makanya kalau keringat terjilat atau sengaja menjilat akan terasa asin. Bukan berarti keringat bisa untuk mengganti garam, karena ia merupakan limbah tubuh. Tubuh manusia menggandung natrium 83-97 g. 30-40% Na terletak di tulang. 65-70% nya sangat lambat pertukarannya dengan cairan tubuh.

Awas, Kurang Garam!

Pernah merasa haus banget? Itu salah satu indikasi kalau tubuh kita kekurang garam. Orang bekerja terlalu berat -pekerja kasar atau olahragawan berat, misalnya- pun bisa kekurangan garam, gejalanya kehilangan keseimbangan. Ini merupakan indikasi kehilangan natrium. Gawatnya lagi bila orang ini muntah-muntah, cairan Na yang banyak keluar bersamanya bisa menimbulkan diare, badan jadi lemas-lemas tidak bergairah.

Jika ini terjadi, para dokter menganjurkan segera minum larutan garam dicampur gula sebagai pertolongan pertama atau minum larutan oralit.

Secukupnya Saja

Garam memang penting, sangat perlu mengkonsumsinya setiap hari. Hanya saja ada aturannya, disesuaikan kebutuhan tubuh.

Di negara makmur, konsumsi NaCl diatur ketat, tidak melebihi 1 gr per hari. Angka ini memenuhi kebutuhan minimal orang dewasa yang aktifitasnya di daerah subtropis. Orang dewasa memerlukan 1 ml air/kkal per hari. Orang yang mengkonsumsi 2.500 – 3.000 kkal memerlukan NaCl 2,5 – 3,09 gr/hari. Garam per 100 gr atau 2,8 sendok teh, kandungan natriumnya 39,34 gr.

Jadi kebutuhan barang dalam tubuh manusia juga bergantung pada jumlah kalori yang dikonsumsi. Semakin sedikit mengkonsumsi kalori, semakin sedikit garam yang dibutuhkan.

Jangan Berlebihan

Kalau kurang garam jadi lemas, apa kelebihan garam bikin badan jadi kuat perkasa? Nggak juga! Kelebihan garam nggak kurang bahayanya dibandingkan kekurangan garam. Kayaknya memang ekstrim itu selalu nggak baik, maka Islam mengajarkan jalan moderat.

Orang yang kelebihan garam, beresiko tinggi terkena hipertensi, alias tekanan darah tinggi. Mungkin karena adanya hubungan ini, sehingga masyarakat yang tinggal di daerah pesisir banyak yang terkena hipertensi.

Ukurannya sih, orang yang terkena hipertensi biasanya mengkonsumsi makanan dengan kandungan natrium tinggi, antara 7,6 dan 8,2 gr per hari. Makanan itu bisa berupa garam dapur, ikan asin, kecap asin, asinan….pokoknya yang asin-asin aja deh.

Untuk penderita hipertensi, dianjurkan mengkonsumsi makanan berkadar garam rendah.

Sumber : Majalah El-Fata edisi 7/II/2002 Hal. 62-63

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s