G.P.K Otak Atik Ajaran Islam

Beberapa tahun yang lalu, sempat terlontar gagasan kontroversial dari seorang tokoh di Indonesia. Menurutnya, hukum Islam yang telah baku sekarang ini perlu untuk dirombak dan direvisi. Pasalnya, hukum Islam yang ada tidak bisa mengakomodasi perkembangan baik dalam bidang politik, budaya, sosial kemasyarakatan dan lain-lain. Sempat dia contohkan, hukum waris yang ada di Islam tak lagi cocok dengan kemajuan jaman sekarang. Maka perlu dibuat fiqih atau hukum baru berkaitan dengan masalah waris, demikian katanya. Tokoh lain yang hamper seide mengkritisi hukum Islam tentang kewajiban berjilbab. Menurutnya, jilbab hanyalah budaya Arab dan punya makna mantel.

Beralih ke tokoh yang lain, ia mengajurkan supaya umat Islam mengganti salamnya (assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh) dengan selamat pagi, selamat siang, selamat sore, atau selamat yang lain. Itu salam nasional katanya. Sehingga kalau kita ketemu teman di pagi hari maka kita ucapkan ‘selamat pagi’. Perkara siang atau sore tidak selamat tidak ada urusan.

Lontaran-lontaran yang terdengar aneh di telingga umat memang telah lama muncul. Di tahun tujuh puluhan terjadi kasus yang sempat bikin heboh. Sempat redam karena banyak protes dari umat. Di tahun 1992 kembali hangat dengan adanya ceramah di TIM (Taman Ismail Marzuki). Yang ini tak langsung berhenti tapi terus jadi polemik berkepanjangan. Eh, ternyata  memasuki millennium ketiga, kasus serupa mencuat kembali dengan tokoh-tokoh lama yang masih memegang kunci lumayan penting. Mencoba menafsirkan Al-Qur’an dan Islam secara bebas alias liberal.

Kasus aneh-aneh beginian sering dikenal dengan istilah GPK. Tapi nanti dulu, ini bukan Gerakan Pengacau Keamanan tapi Gerakan Pembaharuan Keagamaan. Pembaharuan ini lebih pas disebut otak atik ajaran Islam yang telah baku. Namanya juga otak atik, makanya sesuai dengan keinginan otak yang membuat. Jangan heran bila idenya macam-macam, sebab yang otak atik juga punya otak yang berbeda.

Tak Hanya di Islam

Gerakan pembaharuan keagamaan sebenarnya bukan hanya ada di Islam, namun juga terjadi di agama lain. Contohnya Protestan, Katholik dan Yahudi. Di agama Katholik ada yang namanya pendeta Loisy (1857-1940) yang memunculkan gerakan pembaharuan agama Katholik. Di Inggirs, seorang tokoh populer yang namanya George Tyrell dikenal juga sebagai tokoh pembaharu agama Katholik. Sedangkan dalam agama Protestan, gerakan itu ditokohi Prof. Agus Spateah (1830-1901). Agama Yahudi yang lebih tua ketimbang Nasrani ternyata tak ketinggalan juga. Gerakan Pembaharu mereka dimotori oleh Moses Monde Isshon (1729-1786) di Jerman. Gerakan ini akhirnya merambat sampai ke Amerika, diawali dengan dibentuknya organisasi kecil yang diberi nama Society of Israelities Reformed atau Organisasi Pembaharu Orang-Orang Yahudi.

Yah, wajar memang kalau mereka mengadakan gerakan pembaharuan karena kenyataannya ajaran mereka tidak mampu menjawab setiap permasalahan kehidupan. Jadi perlu untuk membuat sesuatu yang baru dalam agama. Tapi dalam Islam, perlukah itu…?

Pembaharuan Islam

Gerakan pembaharuan Islam yang melenceng seperti kasus di atas, dilontarkan oleh mereka yang belajar agama Islam di Barat.  Lho kok di Barat? Mereka belajar hokum dan syariat Oslam dari orag-orang Barat yang notabene orang Yahudi dan Nashrani. Katanya, belajar Islam dari orang non muslim lebih objektif plus lebih ilmiah. Dengan kata lain, belajar dengan orang Islam itu nilainya subjektif dan tidak ilmiah. Gawat sekali! Karena gurunya orang Barat maka mereka yang belajar ke sana pun jadi kebarat-baratan. Bahkan terkadang lebih Barat disbanding orang Barat sendiri. Gimana tuh…..?

Selepas dari padepokannya, sarjana-srajana tadi pun turun gunung untuk mengamalkan ilmunya. Kembalilah mereka kenegeri asalnya, ke Pakistan,, Turki, Kuwait….dan Indonesia. Mereka lalu menyebarkan berbagai pemikiran yang telah mereka dapat ke tengah umat.

Ada juga sih yang tidak belajar langsung ke Barat, tapi buku-buku bacaannya berasal dari tempat yang sama. Hasilnya tidak jauh berbeda dengan alumnus Barat tadi. Bila keduanya ketemu, maka bagaikan ajning dan kucing…eh bukan….gayungpun bersambut alias setali tiga uang alias klop!

Waktu terus berlalu. Apakah pemikiran yang dibawa alumnus Barat tadi membawa kemajuan? Sepintas memang begitu. Ternyata survey membuktikan….umat Islam digiring agar jauh dari agamanya dan merujuk kepada pemikiran Barat! Pemikiran sekuler, memisahkan agama dengan hal-hal yang berkaiatan dengan kehidupan manusia. Agama itu urusannya ibadah saja, nggak perlu campur tangan dalam masalah politik, ekonomi, social kemasyarakatan, dan lain-lain. Islam itu tidak mengurusi masalah seperti itu, menurut mereka.

Dengan dalil keluwesan Islam, maka diotak-atiklah ajaran Islam untuk disesuaikan dengan pemikirannya. Saking merasa cerdasnya, meraka sampai berani mengacau ajaran Islam yang telah qath’i (baku) yang tidak bisa dimasuki pintu ijtihad. Seperti masalah-masalah aqidah. Di antara mereka ada yang mencetuskan, kalau umat Islam ingin maju, tinggalkan keimanan kepada taqdir!!! Inna lillaahi wa inna ilahi raaji’un.

Sajarah dan Tokoh Pembaharu

Gerakan pembaharu dalam Islam itu bertujuan untuk mewujudkan keselarasan anatara ajaran Islam dan pemikiran Barat modern. Langkah yang di tempuh sebagaian pemikir (orang yang belajar ke Barat) adalah menjinjau kembali ajaran Islam dan menafsirkannya dengan tafsiran baru. Mungkin disangkanya ajaran Islam itu kolot dan bertentangan dengan kemajuan zaman sehingga perlu diubah. Atau ajaran Islam itu sudah kadaluarsa alias kuno sehingga perlu dipermak supaya jadi baru lagi.

Beberapa tokoh internasional yang punya gagasan pembaharuan di antaranya:

Sayyid Ahmad Khan (1817-1898)

Berasal dari India. Sangat tertarik dengan kemajuan dan peradaban Inggris, sampai kesengsem berat. Lawatan tujuh bulanm ke Inggris pada tahun 1869 membuatnya takjub dan memimpikan untuk meniru budaya mereka (Cuma tujuh bulan, bayangkan!). Menurutnya, ada tiga cara yang mesti ditempuh, yaitu bekerjasama dalam bidang politik, mengambil ilmu-ilmu Barat, dan menyesuaikan penafsiran Islam di bidang pemikiran. Dari kesimpulan tadi, ia mencoba menafsirkan Al-Qur’an dengan penafsiran kontemporer dan meninggalkan tafsir ulama yang dia bilang kuno.

Di antara pemikiran sayyid, menolak adanya mu’jizat dan menganggapnya sebagai sesuatu yang berlawanan dengan hokum alam. Mengatakan bahwa kenabian itu tidak lebih dari kemampuan dan bakat manusia yang bisa dikembangkan. Ia juga menyatakan bahwa umat Islam hanya butuh dengan Al-Qur’an saja, tidak perlu Hadist Nabi. Pemikiran-pemikiran Sayyid Khan ini menjelajah ke berbagai bidang.

Murid-murid Ahmad Khan

Namanya juga murid, maka tidak ada beda dengan gurunya. Di antaranya adalah Syaragh Ali, Amir Ali Khada, Ghulam Ahmad Bruiz dan beberapa lagi yang lain. Contoh dari pemikiran mereka yaitu menolak hukum-hukum pidana dalam Islam. Ada pula yang terang-terangan mengingkari hadist Nabi(Ingkarus Sunnah).

Muhammad Iqbal

Walaupun dianggap memiliki pemikiran pembaharuan dalam pendidikan, namun pemikiran dia -menurut Bustani Muhammad Said- banyak yang mengadopsi Barat.

Ini bisa dilihat dalam salah satu buku yang ditulisnya. Di sana dipaparkan bentuk ajaran Islam yang dikerangkai dengan pola piker Barat. Dia memuji-muji Islam yang telah mengalami kemajuan seperti yang terjadi di Turki. Lho, apa nga salah? Padahal umat mengetahui bahwa negeri Turki adalah negeri yang paling sekuler yang ada di dunia hari ini. Hukum Islam ditinggalkan dan diganti hokum buatan.

Bagaimana Pembaharuan Yang Benar?

Semenjak turunnya Surat Al-Maidah ayat 3, Islam telah sempurna.

“Pada hari ini telah Ku sempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku cukupkan kepadamu nikmat-Ku dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agamamu”. (Al-Maidah : 3).

Islam itu benar-benar telah lengkap dari A sampai Z. tak butuh tambahan, sedikit maupun banyak. Tidak pula butuh pengurangan. Begitu legkapnya, sehingga tidak ada yang terlewatkan, sampai dengan masalah membuang hajat ke kamar kecil pun ada aturannya”.

Aturan Islam akan terus berlaku sampai hari kiamat nanti. Agama ini milik Pencipta manusia, dan Allah yang menurunkan ajaran Islam tahu setiap kejadian yang akan menimpa manusia. Apa yang diturunkan zaman Nabi berlaku pula di zaman ini hingga nanti sampai akhir zaman. Entah itu zamannya onta, concorde atau piring terbang, tetap saja rukun iman itu enam dan rukun Islam ada lima. Tidak akan berubah. Bukan lantaran sekarang tidak pakai onta, tapi ganti concorde sehingga rukun iman berubah menjadi lima.

Maka obrolan-obrolan sekitar pembaharuan keagamaan tidaklah berlaku untuk ajaran Islam. Islam telah lengkap, sempurna, universal dan berlaku sepanjang zaman.

Bagaimana Yang Benar?

Rasulullah bersabda:

“sesunguhnya Allah akan membangkitkan dari umat ini pada setiap akhir seratus tahun seseorang yang akan memperbaharui agamanya”. (HR. Abu Dawud)

Ingat yang disebut pembaharuan itu bukanlah buat-buat ajaran baru  dalam agama. Seperti buat tata cara sholat model millennium, zakat model terbaru atau hukum waris ala Indonesia. Bukan ini yang dimaksud.

Pembaharuan yang benar berbarti memperbaharui ajaran Islam dengan menjelaskan syariat Islam yang lurus. Menerangkan kebenaran dan membantah penyelewengan agama yang muncul di masyarakat. Sedangkan orang yang memperbaharui agama dinamai mujaddid. Para mujaddid akan muncul pada setiap akhir seratus tahun. Mereka punya ilmu yang luas, keutamaan akhlak dan sifat terpuji yang menonjol.

Dari masa ke masa ada beberapa nama umat Islam yang bisa disebut sebagai mujaddid atau pembaharu. Sebutlah sebagian di antara mereka, Imam asy-Syafi’I, Imam Ahmad bin Hambal, Khalifah Umar bin Abdul Azis, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, atau Muhammad bin abdul Wahhab. Merekalah sosok-sosok pembaharu yang sejati!

Kalau abad ini siapa? Mujaddid abad ini menurut Syaikh Abdul Aziz bin Baz adalah Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah. Sedangkan menurut Syaikh Al-Albani mujaddid itu adalah Syaikh Abdul Azis bin Baz rahimahullah sendiri. Wallahu a’lam.

Maraji’ : Bustani Muhammad Said. Gerakan Pembaharuan Keagamaan & Majalah Al-Furqan. Kuwait

Sumber : Majalah El-Fata edisi 5/II/2002, hal 20-22

5 thoughts on “G.P.K Otak Atik Ajaran Islam

  1. bahaya, bahaya, bahaya…

    mudahan2 Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dari segala macam pemikiran “pembaharu” seperti ini….

  2. Qala rasulullah s.a.w;taraktu fikum amraini lan tadhillu ma tamassaktum bihima,al-quran wa sunnah rasul.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s