Pandangan Islam dan Medis tentang Merenggangkan Gigi (Wasyr), Membuat Tato (Wasm), dan Menyambung Rambut (Washl)

Dalam Shahih Bukhari dan Muslim dan yang lainnya dari Abdullah bin Mas’ud diriwayatkan bahwa ia berkata : “Allah melaknat wanita yang memakai tato dan meminta dibuatkan tato, wanita yang mengerik bulu alis, wanita yang merenggangkan gigi agar Nampak cantik dan merubah ciptaan Allah Ta’ala”

Kemudian beliau berkata : “Kenapa aku tidak melaknat orang yang telah dilaknat oleh Nabi.” Dalam Shahih Bukhari dan Muslim juga diriwayatkan dari Aisyah bahwa ada seorang budak wanita dari kalangan Anshar yang menikah. Kala itu ia sakit, sehingga rambutnya berguguran. Maka mereka berniat menyambung rambutnya. Merekapun bertanya kepada Rasulullah. Beliau bersabda: “Allah melaknat wanita yang menyambung rambut dan meminta disambungkan rambutnya.”

Yang dimaksud  dengan wasyr adalah merenggangkan gigi, yakni dengan menggunakan kikir dan sejenisnya sehingga menjadi bagus. Itulah yang dimaksud oleh Nabi : “Wanita yang merenggangkan giginya agar tampak cantik.” Yakni kaum wanita yang melakukan perbuatan itu untuk mempercantik diri.

Adapun wasym adalah menusuk salah satu anggota tubuh dengan jarum atau sejenisnya hingga keluar darahnya, kemudian membubuhinya dengan celak dan sejenisnya sehingga berwarna hijau. Terkadang dibentuk seperti ukiran atau lingkaran, gambar mahluk bernyawa, terkadang juga ditulis nama orang yang dicintainya. Semua itu adalah perbuatan yang dilaknat pelakunya. Adapun tempat yang bertato adalah najis menurut sebagian ulama (yang berpendapat bahwa semua jenis darah adalah najis-pent.), karena darahnya terkurung di dalamnya. Maka harus dihilangkanmeski dengan melalui operasi sebisa mungkin. (lihat Fathul Bari oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar X : 372). Al-Wasyimah adalah wanita yang membuat tato, sementara Al-Mustausyim adalah wanita yang meminta dibuatkan tato.

Pernyataan Kalangan Medis

Doktor Muhammad Ali al-Baar menyatakan : “Sudah dimaklumi, hubungan antara virus Hepatitis B dengan kanker hati, yakni yang tersebar di bagian dunia ketiga. Penyakit ini berjangkit melalui transfuse darah, atau alat suntikan yang terinsfeksi, penatoan dan perenggangan gigi, sebagaimana penyakit tersebut juga berjangkit melalui hubungan seks, atau homoseksual.”(Al-Ummatul Islamiyyah Edisi 56)

Pernyataan Alim Ulama

Yang Mulia Syaikh Muhammad bin Utsaimin menyatakan : “Berhias ada dua macam : Yang pertama, melalui cara yang permanent dan tahan lama, seperti perenggangan gigi, tato atau mencabut bulu alis, itu jelas haram, bahkan termasuk dosa besar, karena Nabi melaknat pelakunya. Yang kedua, dengan cara yang tidak permanent, itu dibolehkan seperti berhias dengan menggunakan celak atau warsi (sejenis tumbuhan berwarna kuning, semacam celak) dan sejenisnya. Tetapi dengan syarat, tidak membawa kepada yang diharamkan menurut syariat, seperti ada unsure yang menyerupai wanita-wanita kafir, atau berdandan ala jahiliyah. Yang demikian itu diharamkan karena factor lain, bukan karena factor berhias itu sendiri.”

Yang Mulia Syaikh Shalih Al-Fauzan menyatakan : “Wanita Muslimah diharamkan merenggangkan giginya untuk mempercantik diri, yakni dengan mengikirnya menggunakan kikir sehingga Nampak celah/rongga di antara gigi dengan tujuan agar terlihat cantik. Adapun apabila giginya itu memiliki kelainan sehingga perlu dioperasi untuk menghilangkan kelainan tersebut, atau ada yang mengganggu sehingga butuh operasi untuk menghilangkan gangguan tersebut, maka tidaklah mengapa. Karena yang demikian itu termasuk pengobatan dan memperbaiki kelainan. Itu dapat dilakukan oleh seorang dokter spesialis. Wanita juga diharamkan membuat tato pada tubuhnya, karena Nabi melaknat orang yang membuat tato dan meminta dibuatkan tato. Yang demikian itu adalah perbuatan haram dan termasuk dosa besar. Karena laknat itu hanya dilontarkan terhadap perbuatan dosa besar saja.

Setelah berbicara tentang wanita yang menyambung rambutnya dan yang meminta disambungkan rambutnya, beliau menyebutkan : “Diantara contoh menyambung rambut yang diharamkan itu adalah penggunaan “Al-Barukah” (Cemara) yang popular di jaman sekarang ini, berdasarkan sabda Nabi : “Setiap wanita yang meletakkan rambut wanita lain di kepala, berarti ia melakukan kepalsuan.” Al-Barukah adalah rambut buatan yang menyerupai rambut kepala. Menggunakannya berarti memalsukan rambut asli.” (Ad-Da’wah 1240)

Yang Mulia Syaikh Utsaimin menyatakan : “Al-Barukah (cemara) adalah haram, karena termasuk kategori menyambung rambut, meski pada hakikatnya tidak tersambung, karena ia juga menampakkan rambut wanita menjadi lebih panjang dari yang sesungguhnya, sehingga mirip dengan menyambung rambut (washl). Sementara Rasulullah telah melaknat wanita yang menyambung rambutnya dan meminta rambutnya disambungkan. Tetapi kalau si wanita memang pada asalnya tidak berambut, karena berpenyakit botak, boleh saja ia menggunakan cemara untuk menutupi cacatnya itu.”(Fatawal Mar-ah hal. 183)

Sehubungan denganmenghilangkan tato setelah mengetahui keharamannya dan setelah bertaubat dari perbuatan itu, Yang Mulia Syaikh Abdul Aziz bin Baaz menyatakan : “kalau seseorang mampu menghilangkannya, hendaknya ia menghilangkannya. Apabila secara medis memang tidak dapat dihilangkan, maka Alhamdulillah, ia mendapatkan udzur (dimaafkan) meski tidak dapat menghilangkannya. Allah berfirman : “Bertaqwalah kepada Allah sebisamu…” (At-Taghabun : 16) (Ad-Da’wah 1275)

Yang Mulia Syaikh Muhammad bin Utsaimin menyatakan : “Membuat tato termasuk perbuatan dosa besar, hingga harus dihilangkan sebisa mungkin, tanpa membuat cacat. Tetapi kalau sampai membuat cacat, tentu saja tidak diharuskan lagi.” (Lihat Ad-Da’wah 131)

Sumber : Muhammad bin Abdul Aziz Al-Musnid, Indahnya Berhias, Darul Haq, hal. 66-71.

3 thoughts on “Pandangan Islam dan Medis tentang Merenggangkan Gigi (Wasyr), Membuat Tato (Wasm), dan Menyambung Rambut (Washl)

  1. kalau mencabut alis juga diharamkan,berarti banyak sekali wanita yg dilaknat oleh Allah??karena bkn satu atau dua org saja wanita yg mncabut alisnya untuk memperindah bentuk alisnya.lalu bagaimana dengan orang yg memakai kawat gigi?

  2. Ping-balik: Pandangan Islam dan Medis tentang Merenggangkan Gigi (Wasyr), Membuat Tato (Wasm), dan Menyambung Rambut (Washl) « Mujahidah Sunnah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s