Kembalilah Kepada Islam

Keberadaan kaum muslimin di Indonesia sebagai mayoritas penduduknya adalah suatu kebanggaan bagi kita. Namun ada satu hal yang sangat disayangkan, bahwa mayoritas mereka jauh atau sangat jauh dari agama Islam yang mulia ini.

Akibatnya mereka menjadi mudah terombang-ambing oleh gelombang fitnah (ujian) yang tidak henti-hentinya melanda seperti gelombang lautan yang silih berganti. Sehingga kita dapati sebagian mereka dengan mudah dan murah melepaskan agamanya begitu saja hanya karena secuil iming-iming dari orang-orang kafir. Jika demikian, tidak heran kalau kaum muslimin menjadi lemah, rendah, hina dan kehilangan kemuliaannya di mata dunia.

Sesungguhnya keadaan seperti ini telah disinggung oleh Rasulullah dalam sabdanya, “Jika kalian melakukan perdagangan dengan cara ‘inah (praktek riba dengan tipu daya), ridha dengan pertanian, kalian pegangi ekor-ekor sapi dan kalian telah meninggalkan jihad, Allah pasti akan menimpakan kehinaan kepada kalian. Dia tidak akan mencabut kehinaan itu sampai kalian kembali kepada agama kalian.”  (HR. Abu Daud, Lihat Ash-Shahihah no. 11).

Dari hadist ini nampak dengan jelas, ketika kemuliaan telah hilang tidak ada jalan untuk meraihnya kembali melainkan dengan mendekat, mengenal, mempelajari, mengamalkan dan mendakwahkan agama ini sampai kita benar-benar telah kembali kepada agama ini.

Kenapa Harus Islam?

Kemuliaan yang Allah jadikan bersumber dari agama Islam tidak lain karena Islam adalah agama yang paling sempurna dan satu-satunya agama yang Allah ridhai.

Allah Ta’ala berfirman, “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (Al-Maidah : 3)

Dalam ayat lain Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam.” (Ali ‘Imran : 19)

Oleh karena itu Allah tidak akan menerima agama lain setelah datangnya agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah. Allah Ta’ala berfirman, “Barangsiapa yang mencari agama selain Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Ali ‘Imran : 85)

Rasulullah bersabda, “Demi (Allah) yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidak ada seorangpun dari umat ini (umat yang hidup setelah diutusnya Nabi Muhammad) baik Yahudi maupun Nasrani yang mendengar tentang aku kemudian dia mati dalam keadaan tidak beriman terhadap risalah yang aku bawa melainkan dia akan menjadi penghuni neraka.” (HR. Muslim no : 281)

Hakikat Islam

Maksud kembali kepada Islam adalah kembali kepada Islam dengan hakikat yang sebenarnya. Lalu apa hakikat Islam yang sebenarnya?

Islam adalah agama yang dilandasi dengan dua kalimat syahadat, laa ilaaha illallah Muhammad Rasulullah. Orang yang beragama Islam adalah orang yang bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi selain Allah (laa ilaaha illallah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah (Muhammad Rasulullah). Tidak cukup dengan ucapan, dia juga harus memahami, membenarkan, menyakini,menerima, jujur dan ikhlas dalam mengucapkannya, mencintai, tunduk dan mengamalkan kandungan kalimat syahadat ini.

Kalimat laa ilaaha illallah memiliki kandungan agar kita beribadah hanya kepada Allah Ta’ala, tidak beribadah kepada selain-Nya. Kita pasrahkan diri dan urusan kita hanya kepada-Nya, karena Dia adalah satu-satunya dzat yang menguasai kita, Dialah yang menguasai manfaat dan mudharat pada diri kita. Bersamaan dengan itu kita harus mengingkari, menolak dan meninggalkan seluruh sesembahan selain Allah. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman, “Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada thaghut (apa saja yang disembah selain dari Allah), maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus.”(Al-Baqarah : 256)

Adapun kalimat Muhammad Rasulullah memiliki kandungan agar kita membenarkan seluruh berita yang disampaikan kepada beliau, menaati beliau dengan melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannya dan beribadah kepada Allah dengan tuntunan yang telah beliau ajarkan kepada umatnya. Selain itu, kalimat ini berkonsekuensi agar kita mengingkari, menolak dan meninggalkan segala bentuk peribadahan kepada Allah yang dilakukan dengan perkara-perkara bid’ah (perkara baru dalam agama yang tidak pernah dituntunkan/dicontohkan oleh Rasulullah dan para sahabatnya).

Imam Malik berkata, “Barangsiapa membuat perkara baru di dalam Islam yang dia anggap sebagai kebaikan, berarti dia telah menyangka bahwa Muhammad telah mengkhianati risalah. Karena Allah telah berfirman, “Maka apa saja yang bukan merupakan agama pada hari itu, pada hari ini pun bukan merupakan agama.”

Dari sini maka kita ketahui bahwa Islam yang hakiki adalah dengan merealisasikan dua syahadat ini, melaksanakan tauhid dengan menjauhi syirik dan ittiba’ (meneladani, mengikuti dan mencontoh) Rasulullah dengan menjauhi perkara baru (Bid’ah). Sebagaimana dikatakan oleh para ulama bahwa Islam adalah menyerahkan diri kepada Allah dengan tauhid, tunduk kepada-Nya dengan ketaatan, dan berlepas diri dari kesyirikan, bid’ah dan para pelakunya.

Mudah-mudahan tulisan singkat ini menggugah kita untuk menilai diri, apakah kita benar-benar telah melaksanakan Islam yang hakiki atau sebaliknya? Wallahu a’lam.

Sumber : Majalah Nikah Vol. 5 No. 10 Hal. 32-33

 

2 thoughts on “Kembalilah Kepada Islam

  1. dari ulasan diatas saya hanya menggarisbawahi kata `merasa..` kalau kita menjalankan hal apapun di dalam hidup ini kalau di dalam hati sudah ada perasaan `merasa…` maka hal itu menunjukkan keegoisan kita . Kita berbuat baik jangan pernah merasa berbuat baik, hal ini akan tetap mebuat kita utk terus berbuat baik dan begitu pula dgn ibadah yg lainnya.
    sudahkan kita menghilangkan perasaan `merasa…`karena nabi muhammad saw tdk pernah merasa menjadi nabi?????????? tapi ditunjuk ALLAH utk menyiarkan islam.

  2. ass….. alhumdullilah masih ada org yng mau memberikan ilmunya tentang islam itu sendiri. begini aku mau tanya. bagaimana dengan tentang arti dari khalifah itu sendiri, apakah hanya berdasar atas seseorang yang patut di jadikan contoh seorang pemimpin. tlng jelaskan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s