Tips Mencegah Penculikan

Koran TEMPO mencatat bahwa selama bulan Agustus ini telah terjadi beberapa kali penculikan. Korbannya pun tidak hanya anak kecil semata. Pada 6 Agustus 2007 Yalani diculik, untunglah penculiknya kemudian ditangkap. Tiga hari kemudian, pada 9 Agustus 2007, giliran Semi yang diculik di Tanjung Priok. Sekali lagi, untunglah penculiknya juga tertangkap. Pada 14 Agustus 2007, Fitriani Pujiastuti (3 tahun), anak seorang tukang sapu kereta diculik di stasiun kereta Gondangdia. Korban dijual seharga Rp400 ribu. Penculik Fitriani pun tertangkap.

Pada 15 Agustus ada tiga kasus penculikan. Raisya Ali Said (5 tahun) diculik di jalan Wiradarma, kompleks AURI, Jakarta Timur. Penculiknya telah tertangkap. Selain itu Zainal, seorang pengusaha batubara juga diculik di Hotel Sheraton, Jakarta Pusat. Keluarga korban dimintai tebusan US$5juta. Untunglah penculiknya tertangkap.

Erizka Prafitasari (16tahun) juga diculik pada hari itu. Siswi SMAN 3 Jakarta ini diculik saat naik taxi. Penculiknya minta tebusan Rp50 juta. Sekali lagi, untunglah penculiknya tertangkap.

Dengan semakin maraknya kasus penculikan, tidak mengherankan jika KORAN TEMPO menyebut Jakarta sebagai ibukota penculikan. Lalu, bagaimana sebenarnya mencegah terjadinya penculikan terhadap anak-anak? Situs missingkids.com yang dikelola oleh National Center for Missing & Exploited Children di Amerika memberikan tips pencegahan penculikan.

Simak tips ini dan sebarkan kepada seluruh anggota keluarga Anda.

  1. Selalu berdoa meminta perlindungan Allah Ta’ala agar diri kita dan keluarga terhindar dari kejahatan orang.

  2. Ajarkan anak Anda untuk lari dari bahaya, jangan mendekati bahaya. Bahaya adalah seseorang atau sesuatu yang merambah ruang pribadi mereka. Jika ada orang yang mencoba untuk merenggut mereka, suruh mereka untuk berteriak bahwa orang itu bukanlah ayah/ibu/pelindung mereka; dan mencoba segala cara untuk lepas dengan cara menendang, berteriak dan bertahan. Keamanan mereka lebih penting daripada sekedar bersikap sopan. Ajarkan Anak Anda jika mereka diikuti oleh orang menggunakan kendaraan untuk berputar arah atau lari mendekati Anda atau orang dewasa lain yang bisa dipercaya.

  3. Jangan pernah membiarkan anak Anda pergi sendirian, dan selalu awasi anak Anda atau yakinkan bahwa ada orang dewasa yang mengawasi mereka jika Anda tidak bisa melakukannya. Yakinkan bahwa anak Anda selalu bersama temannya kemanapun mereka pergi.

  4. Tahun di mana anak Anda berada dan bersama siapa mereka sepanjang hari. Selalu ingatkan anak Anda untuk tidak menanggapi orang asing yang mencoba mendekati mereka. Ajarkan kepada mereka untuk lari sekencang mungkin ke arah Anda atau ke arah orang dewasa lain yang bisa dipercaya.

  5. Berbicaralah secara terbuka kepada anak Anda tentang keamanan dan semangati mereka untuk mengatakan kepada Anda atau orang dewasa yang bisa dipercaya jika ada sesuatu atau seseorang yang membuat mereka merasa takut, tidak nyaman atau bingung. Diskusikan masalah keamanan ini dengan anak Anda sehingga mereka akan tahu kebutuhan untuk mencegahnya. Nasehatilah anak Anda yang lebih dewasa tentang langkah-langkah yang bisa mereka ambil untuk melindungi diri mereka sendiri. Anda juga harus tahu siapa saja teman anak Anda, juga siapa saja keluarganya. Perhatikanlah anak Anda dan dengarkan mereka. Jika Anda tidak memperhatikan mereka, maka akan ada orang lain yang akan memperhatikannya. Dan orang lain itu mungkin mempunyai motif buruk untuk menjadi teman anak Anda.

  6. Praktikan apa yang sudah anda pelajari dengan cara membuat skenario bersama anak Anda agar mereka semakin paham masalah keamanan dan bisa melakukannya dalam situasi yang nyata.

  7. Pertimbangkan untuk memasang alarm di rumah Anda yang dilengkapi dengan fitur pemantauan. Yakinlah bahwa rumah Anda sudah dilengkapi dengan kunci yang paten, dan yakinlah bahwa lingkungn seputarnya tidak memungkinkan orang untuk bersembunyi. Periksa kembali titik akses lain seperti pintu gerbang, dan yakinlah bahwa semuanya sudah aman. Pertimbangkan untuk memasang lampu di luar rumah Anda. Yakinlah rumah Anda sudah benar-benar aman sebelum Anda tidur dan benda-benda semacam tangga sudah disimpan di dalam rumah. Persiapkan rencana untuk mengungsi dalam keadaan bahaya apapun, termasuk jika terjadi kebakaran. Susun rencana jika ada penyusup yang mencoba atau sudah masuk ke dalam rumah Anda.

  8. Libatkan anak Anda dalam pengamanan rumah Anda. Jika Anda sudah memasang sistem alarm, demonstrasikanlah kepada anak Anda dan tunjukkan kepada mereka cara untuk menutup pintu dan jendela dengan sempurna. Cara ini tidak hanya akan membuat mereka tenang namun juga akan membuat mereka menjadi bagian dari pengamanan rumah Anda.

  9. Buatlah daftar nama keluarga yang bisa dihubungi dalam keadaan darurat. Tugaskan seorang anggota keluarga atau teman dekat yang bisa menjadi penasehat dalam keadaan darurat.

  10. Waspadalah pada lingkungan sekitar. Pahamilah rute melarikan diri dan rencanakan apa yang akan Anda lakukan dalam berbagai keadaan darurat. Praktikkan berbagai skenario yang mungkin terjadi sehingga Anda benar-benar siap. Anda harus tahu lokasi rumah sakit dan rute terbaik untuk pergi ke sana. Anda juga harus tahu lokasi pos keamanan atau pos polisi terdekat.

  11. Kenalilah semua rekan kerja Anda. Cari tahu latar belakang semua orang yang bekerja di rumah Anda, khususnya orang yang menjaga dan merawat anak Anda.

  12. Pertimbangkan untuk membuat beragam rutinitas dan kebiasaan. Jangan selalu gunakan rute yang sama atau pergi ke tempat yang sama secara teratur. Jika Anda mengantar anak Anda ke sekolah, ubah juga selalu rutenya.

  13. Amankan data pribadi Anda. Pertimbangkan untuk mempunyai PO BOX dan menyimpan surat-surat berharga di sana. Mintalah surat=surat tagihan dikirim ke tempat kerja atau ke kotak surat Anda. Rahasiakan barang-barang milik Anda dan kebiasaan keluarga Anda, juga informasi tentang keluarga Anda.

  14. Laporkan orang atau aktivitas yang mencurigakan kepada polisi atau petugas keamanan. Jika Anda merasa keluarga Anda menjadi sasaran pengintaian, segera laporkan kepada petugas keamanan. Jangan tunda lagi.

  15. Mengenal pembantu rumahtangga anda dengan baik, biodata, keluarga dan pas foto minimal harus anda punya.

  16. Ingatlah bahwa diri Anda sendirilah yang bisa menjaga keluarga Anda.   

 

Sumber : Totok. P

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s